Pages

Brans

 

Kami memiliki kehormatan untuk berbagi temuan bersejarah terkait Penemuan Makam Perwira Belanda, FHA Brans. FHA Brans, Kapten Infanterie yang tewas pada tanggal 22 Mei 1914, adalah salah satu sosok yang terlibat dalam peristiwa bersejarah di Ketapang. Dalam video ini, kami akan mengungkapkan jejak sejarah beliau yang hampir terlupakan dan jarang diceritakan.
FHA Brans adalah korban pertama dari pihak Belanda dalam penyergapan Sungai Limat, yang juga terjadi pada tanggal 22 Mei 1914. Makamnya terletak di darat tangsi militer, yang sekarang menjadi taman makam Belanda dengan Tugu Putih dan prasasti empat bahasa. Namun, seiring berjalannya waktu, makam-makam Belanda dipindahkan ketika Darat Pulau Ketapang dibangun. Hanya tugu Kerkhoff yang tersisa, namun, tugu ini telah mengalami perubahan, termasuk hilangnya tulisan aslinya. Dalam upaya mencari makam FHA Brans, kami beruntung bertemu dengan pak Ancelmus Molly, seorang pensiunan PU yang memiliki pengetahuan tentang lokasi makam tersebut. Hari ini, bersama-sama dengan dokter Simon dan pak Amon Stefanus, kami akhirnya menemukan makam FHA Brans, meskipun dalam kondisi yang memprihatinkan. Temuan ini sangat penting bagi kami dan sebelumnya telah kami bagikan kepada YM Gusti Kamboja dan panitia Napak Tilas. FHA Brans adalah bagian dari sejarah yang harus diingat, dan kami berharap temuan ini akan menjadi bagian dari upaya kami untuk merawat dan memahami warisan sejarah Ketapang. Terus ikuti kami untuk lebih banyak informasi sejarah yang menarik! #SejarahKetapang #FHABrans #NapakTilasKetapang2023



Agus Kurniawan

Pembaca yang menuliskan apa yang dibaca. Membaca dengan melihat, mendengar, merasakan tentang kampung halaman, masa lalu, kini dan akan datang. Peneliti Etnografis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar