Tanjung Pura setidaknya disebut Dua Puluh Satu Kali dalam Kitab Sejarah Melayu atau Sulalatus Salatin Versi Pelajar, rangkuman A. Samad Ahmad.
Penyebutan itu termaktub dalam tiga kisah; Kisah Sri Krishna Pandita, Kisah Sang Maniaka dan Kisah Malang Membawa Tuah; Raden Perlan Langu.
Sekarang kita membahas tentang Sang Sapurba yang singgah di Tanjung Pura dalam misinya mencari Negeri Baru bagi Negaranya.
Tampaknya saat itu baginda mendapati Sri Krishna Pandita, adiknya yang dirajakan di Tanjung Pura telah meninggal.
Karena itu Sang Sapurba memberikan anaknya; Sang Maniaka (Sang Mutiara) menjadi Raja di Tanjung Pura dengan menikahi anak Sri Krisna Pandita dari seorang Putri asli Tanjung Pura. Kisah ini kita dapati dari Hikayat Hang Tuah, Sulalatus Salatin Versi yang lain.
Selanjutnya, selama di Tanjung Pura, Sang Sapurba menikahkan putrinya; Putri Candra Dewi dengan Pangeran Majapahit anak cucu Seminingrat (bisa jadi adalah Cakradara yang juga menikahi Putri Raden Wijaya) yang kelak akan melahirkan Inu Merta Wangsa yang menjadi Raja Majapahit (Hayam Wuruk?).
Sang Sapurba kemudian bersemayam di Bintan. Ia digantikan oleh anaknya yang kedua, Sang Utama bergelar Sri Tri Buana yang merebut Kampung Ayer di Temasek dari bawahan Kerajaan Siam dan mendirikan Kerajaan Singapura.
Pada keturunan yang keempat, naik seorang keturunan Sang Sapurba bergelar Parameswara. Singapura saat itu diserang oleh Wikramawardhana, Betara Majapahit.
Selanjutnya Parameswara mendirikan Kerajaan Malaka yang berubah menjadi Kesultanan Malaka oleh keturunannya.
Malaka kemudian menjadi Kesultanan besar yang
mewariskan tata cara budaya berpakaian, upacara kebesaran dan persenjataan keseluruh tanah Melayu. Juga menurunkan Sultan Johor-Riau dan Siak serta semua Sultan di Semenanjung Malaya.
Dari sini kita bisa melihat bahwa pada dasarnya Alam Raja – Raja Melayu itu bermula sebagaimana yang disebutkan oleh Kipas Emas Jogan itu, dari satu keturunan, yakni anak Raja Keturunan dari bukit Seguntang.
Dari Kepulauan Riau yang mewarisi kebesaran Kesultanan Malaka hingga Johor-Riau itu. Hingga Ketapang, yang mewarisi Tanjung Pura dan Kesultanan Matan, ada dalam satu alur sejarah kebesaran Kerajaan Melayu dan Sriwijaya.
Jauh sebelum era Majapahit.
#ZiarahSejarahKetapang
dan kisah Malang membawa tuah, yang bercerita tentang Perlan Langu anak Prabu Tanjung Pura ada di gambar terlampir, silahkan baca :D
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar