Memanjatkan doa dan pengharapan
Semoga syair ini dihitung amal peribadatan
Aduhai Rasul junjungan sekalian alam
Kepadamu disampaikan salawat dan salam
Karena cahyamu teranglah kelam
Karena janji syafaatmu hati hamba yang berdosa ini jadilah tenteram
Wahai engkau yang mulia
Dihari ini engkau lahir kata ulama
Di tahun gajah dikenal peristiwa
Kala pasukan gajah Abrahah hancur tiada bersisa
Adalah Qushay nama pahlawan
Menjadi menantu bani Khuzaah sang pimpinan
Membawa keluarga tak pandang golongan
Pindah ke sekeliling kakbah memberikan pelayanan
Qushay mendapat anak lelaki sejati
Abdu Manaf, Mughirah nama yang asli
Beranak kembar Hasyim dan Abdus Syamsy
Menurunkan anak membuat bani
Hasyim menikah dengan Salmah
Pemimpin Khazraj keturunan Qaylah
Bersyarat tidak akan diajak ke Makkah
Tetap berdiam di dalam Yastrib bakal Madinah
Gaza tempat Hasyim dimakamkan
Muthalib sang adik yang menggantikan
Syaibah anak di Yastrib menjadi harapan
Datang ke Makkah, Abdul Muthalib menjadi julukan
Abdul Muthalib sering bermimpi
Tempat sumur zam - zam yang diberkati
Digali Ismail sang Nabi bersama ibu yang dicintai
Tertutup mata airnya karena Allah telah dijauhi
Tempat Zam - Zam sudahlah pasti
Dibawah ceceran darah binatang sesembahan mati
Yang tiada penyembah berhala berani tempati
Orang berkata Abdul Muthalib sudah Gila, memperturutkan mimpi
Dalam Abdul Muthalib menggali
Hanya seorang anak yang menemani
Hingga bernazar empunya diri
Bila dapat 10 anak, satu dikorban sebagai bakti
Mata Air Zam Zam ditemukan
Masyarakat bersorak merayakan
Doa Abdul Muthalib pun dikabulkan
Sepuluh anak menyusul dilahirkan
Abdullah anak yang dikasihi
Setampan Yusuf di zaman miladi
Wadaknya Diselimuti cercah Rasuli
Karena mengandung nur muhammad di dalam sulbi
Nazar Abdul Muthalib pun dijalankan
Abdullah nama yang keluar dalam undian
Akhirnya datang keterangan menenangkan
Abdullah diganti onta 100 ekor dalam bilangan
Sang Pemudapun diberikan istri
Aminah binti Wahab cantik berseri
Berpindahlah cahaya Muhammad ke dalam rahim lahiri
Memberi kebahagiaan tiada terperi
Sungguh janin yang mulia
Aminah bercerita cahaya masuk ke perutnya
Tiada kandungnya membuat sengsara
Tiada beratnya membikin derita
Pasukan gajah datang berbuat angkara
Hendak membuat Kakbah menjadi rata
Namun Allah melindungi rumahnya
Remuk gajah dihantam kerikil neraka
Baru pasukan gajah menghilang
Dua anak Abdul Muthalib menjelang
Hendak menjemput Abdullah yang meriang
Membawa berita nyawa sang putra sudah melayang
Aduhai baru dua bulan dikandungan
Wafatlah ayahanda yang budiman
Lahirlah ditahun gajah digelarkan
Muhammad Bin Abdullah nabi junjungan
Alam menggelar hari raya
Api sesembahan pagan padam cerita
Berhala tumbang diguncang gempa
Lautan tenang, tetumbuhan bersuka ria.
Ya Rasulullah salam alaika
Ya habiballah salam alaika
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar