Pages

Syair Maulid Nabi Muhammad SAW



Bismillah itu permulaan
Beriring hamdalah ucap kesyukuran

Memanjatkan doa dan pengharapan

Semoga syair ini dihitung amal peribadatan


Aduhai Rasul junjungan sekalian alam

Kepadamu disampaikan salawat dan salam

Karena cahyamu teranglah kelam

Karena janji syafaatmu hati hamba yang berdosa ini jadilah tenteram


Wahai engkau yang mulia

Dihari ini engkau lahir kata ulama

Di tahun gajah dikenal peristiwa

Kala pasukan gajah Abrahah hancur tiada bersisa


Adalah Qushay nama pahlawan 

Menjadi menantu bani Khuzaah sang pimpinan

Membawa keluarga tak pandang golongan

Pindah ke sekeliling kakbah memberikan pelayanan


Qushay mendapat anak lelaki sejati

Abdu Manaf, Mughirah nama yang asli

Beranak kembar Hasyim dan Abdus Syamsy

Menurunkan anak membuat bani


Hasyim menikah dengan Salmah

Pemimpin Khazraj keturunan Qaylah

Bersyarat tidak akan diajak ke Makkah

Tetap berdiam di dalam Yastrib bakal Madinah


Gaza tempat Hasyim dimakamkan

Muthalib sang adik yang menggantikan

Syaibah anak di Yastrib menjadi harapan

Datang ke Makkah, Abdul Muthalib menjadi julukan


Abdul Muthalib sering bermimpi

Tempat sumur zam - zam yang diberkati

Digali Ismail sang Nabi bersama ibu yang dicintai

Tertutup mata airnya karena Allah telah dijauhi


Tempat Zam - Zam sudahlah pasti

Dibawah ceceran darah binatang sesembahan mati

Yang tiada penyembah berhala berani tempati

Orang berkata Abdul Muthalib sudah Gila, memperturutkan mimpi


Dalam Abdul Muthalib menggali

Hanya seorang anak yang menemani

Hingga bernazar empunya diri

Bila dapat 10 anak, satu dikorban sebagai bakti


Mata Air Zam Zam ditemukan

Masyarakat bersorak merayakan

Doa Abdul Muthalib pun dikabulkan

Sepuluh anak menyusul dilahirkan


Abdullah anak yang dikasihi

Setampan Yusuf di zaman miladi

Wadaknya Diselimuti cercah Rasuli

Karena mengandung nur muhammad di dalam sulbi


Nazar Abdul Muthalib pun dijalankan

Abdullah nama yang keluar dalam undian

Akhirnya datang keterangan menenangkan

Abdullah diganti onta 100 ekor dalam bilangan


Sang Pemudapun diberikan istri

Aminah binti Wahab cantik berseri

Berpindahlah cahaya Muhammad ke dalam rahim lahiri

Memberi kebahagiaan tiada terperi


Sungguh janin yang mulia 

Aminah bercerita cahaya masuk ke perutnya

Tiada kandungnya membuat sengsara

Tiada beratnya membikin derita


Pasukan gajah datang berbuat angkara

Hendak membuat Kakbah menjadi rata

Namun Allah melindungi rumahnya

Remuk gajah dihantam kerikil neraka


Baru pasukan gajah menghilang

Dua anak Abdul Muthalib menjelang

Hendak menjemput Abdullah yang meriang

Membawa berita nyawa sang putra sudah melayang


Aduhai baru dua bulan dikandungan

Wafatlah ayahanda yang budiman

Lahirlah ditahun gajah digelarkan

Muhammad Bin Abdullah nabi junjungan


Alam menggelar hari raya

Api sesembahan pagan padam cerita

Berhala tumbang diguncang gempa

Lautan tenang, tetumbuhan bersuka ria.


Ya Rasulullah salam alaika

Ya habiballah salam alaika



























 



Agus Kurniawan

Pembaca yang menuliskan apa yang dibaca. Membaca dengan melihat, mendengar, merasakan tentang kampung halaman, masa lalu, kini dan akan datang. Peneliti Etnografis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar