Dahulu kala, di kerajaan Hulu Aik, hiduplah seorang raja bernama Siak Bahulun yang memiliki tujuh putri. Putri bungsunya bernama Dayang Potong. Dia lahir dengan penyakit kulit yang membuatnya terlihat berbeda dari saudara-saudaranya. Sang raja malu akan keberadaannya dan memerintahkan orang-orangnya untuk membuangnya ke sungai dengan rakit yang terbuat dari batang pisang.
Berbulan-bulan dia di atas rakit dan sakitnya makin parah. Namun, dia tetap menolong ikan-ikan kecil yang tersesat naik ke rakitnya. Salah satunya anak-anak ikan patin dan belang uli.
Rakitnya kemudian tersangkut di kumpai melayu dan dia lalu ditemukan oleh Patih Rangga Sentap di Istananya di sebuah danau dan sakitnya dibersihkan oleh ikan patin dan ikan belang uli yang membalas budi.
Dayang Potong kemudian tumbuh menjadi wanita yang cantik dan cerdas. Dan senang menolong orang lain, serta menjadi putri kesayangan di Istana Rangga Sentap.
Kisah Dayang Potong mengajarkan kita tentang keberanian, keteguhan hati, persahabatan, dan persaudaraan. Meskipun hidupnya sangat sulit karena penyakit kulit yang membuatnya berbeda dari orang lain, Dayang Potong tetap berjuang untuk bertahan hidup. Dia tidak pernah menyerah pada tantangan hidupnya dan selalu berusaha untuk membantu orang lain.
Semoga kisah ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua untuk menjadi lebih baik dalam hidup kita sehari-hari.
Konsep Cerita: Agus Kurniawan
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar